Pecinta lipstik

Sabtu, Desember 27, 2014 0


Entah sejak kapan saya nggak bisa lepas dari benda mungil ini. Dan menjadi salah satu fans berat mereka. Jika disuruh memilih antara memakai parfum atau lipstik, dengan pasti pilih lipstik dong. Soalnya saya merasa aman-aman aja nggak pake minyak wangi a.k.a parfum seharian. Tubuh saya jarang berkeringat soalnya

Mata saya selalu berbinar saat melihat aneka warna lipstik, seperti ada sensasi yang bikin dada berdebar-debar gitu deh. Saat keluar rumah tanpa lipstik, serasa ada yang kurang. Bahkan ke pasar tradisional pun harus pake lipstik atau paling nggak pake lipgloss biar kelihatan segar (alibi karena belum mandi pagi). hehehe..

Lipstik pertama yang saya punya itu dari Wardah, bukan lipstik sih aslinya tapi Hydrogloss Wardah no 2 warna Autumn Peach. Tahu produk ini dari kakak angkatan yang nggak sengaja nawarin. Bilang kalau warnanya itu natural dan cocok buat anak kuliahan karena nggak mencolok. Langsung pesan, saat itu juga. Ketika barangnya datang, voila saya suka banget dengan dengan produk ini dan setia menemani kuliah mulai dari semester 2 sampai saat ini. Tapi saat ini udah jarang kepake karena udah punya banyak selingkuhan dari merk yang lain. Yang saya suka dari produk ini tuh, harganya cukup terjangkau, lembab di bibir dan nggak bikin kering, warnanya itu natural banget. Kekurangnya cuma satu nggak awet di bibir, yaelah namanya juga hydrogloss fit.. #plak

Lipstik kedua yang saya miliki saat ikut beauty class dari Sari Ayu, tahu acara ini dari mbak Sari owner Layra Diana. Lupa dulu bayar berapa kayaknya sih sekitar 150ribuan itu sudah dapat makan siang di Stilrod Cafe, dapat produk Sari Ayu lupa isinya apa aja, yang pasti dapat lipstik warna Apkoyan. Ketika diaplikasikan dibibir kelihatan alami pinknya dan bikin lembab. Sejak saat itu mulai deh suka pake lipstik bukan hydrogloss lagi. Dan warna ini jadi lipstik favorit. Saking sukanya maunya diawet-awet makenya kalau lagi pake lipstik ini :D

Lulus kuliah, tiba-tiba saya diajak gabung oriflame sama salah satu teman kuliah.
Dan tak luput koleksi lipstik dan lipgloss pun mulai bertambah. Nah dari sini, saya cukup kecanduan sama dunia make up walaupun nggak mahir-mahir amat sih. Paling nggak udah ngerti apa beda foundation dan BB Cream. Soalnya saya itu tipe cewek yang cuek banget sama penampilan. Belajar make up aja menjelang umur 25. which is katanya umur keramat bagi cewek, karena dikejar pertanyaan kapan?? (please jangan bahas lebih detail lagi).

Booming lipstik matte, saya pun mencoba beli long lasting lipstick-nya wardah no 7, harga sekitar 45ribu di Royal Plaza Surabaya. Sayangnya salah pilih warna, warnanya cocok di kulit saya, tapi jadi terkesan mahmud a.k.a mamah muda padahal saya masih single. *tear
Lipstik ini bisa nempel sampai 5 jam tanpa perlu di touch up lagi asal dalam kondisi nggak makan dan minum. Dalam sekali olespun langsung kelihatan warnanya. Kekuranganya kalau dibuat makan dan minum dijamin bikin malu banget soalnya bakalan fade pada bagian dalam bibir dan meninggal warna diujung bibir. Dan endingnya perlu di touch up ulang biar kelihatan kece lagi.

Budget beli lipstik berapa?
Ehm, saya tahu diri lah karena orang kere ya nggak mungkin beli lipstik seharga 500ribu. Saya penganut lisptik 50ribu aja, dan  sudah komitmen sama diri sendiri nggak boleh beli lipstik lebih dari 50ribu.

Lipstik yang lagi dipengenin?
Yang pasti pengen banget nyobain aneka lipstik matte. Soalnya masih penasaran sebagus apa sih lipstik matte ini sampe booming banget di IG dan sayangnya harga rata2 diatas 75ribu, jadi masih belum bisa nyobain *sad . Ntar aja deh mau minta seserahan aja dari calon suami. Halah, calon aja belum ketemu-ketemu udah main minta seserahan aja toh kamu fit.. hihihi..

Warna lipstik favorit?
Dulu pernah nggak sengaja pake lipstik warna merah orange dari La Tulipe punya ibu saya yang lama dianggurin. Dan hasilnya saya langsung jatuh cinta dengan warna merah ini. Tapi untuk sehari-hari saya nggak pede pake lipstik warna merah. Kesannya kayak jadi wild gitu, hehehe... Jadi cari aman pilih warna nude, pink rose, atau orange ala kamera 360 untuk kesaharian.

Alasan lain saya jadi pecinta lipstik itu karena cuma pake lipstik aja seorang cewek bisa berubah 360 derajat. Yang semula tomboy bisa kelihatan lebih feminim walau tanpa harus ganti pakaian yang girly. Jadi biarkan lah saya menyebut "Lipstick is the simple way to change your look in 1 minute."

UPDATE:
Koleksi lipstik saya mulai nambah dengan hadirnya di Purbasari Matte Lipstik. Ini lipstik beneran best seller diantara kaum hawa dan beauty blogger. Harganya murah meriah cuma 30ribu, malah di ol shop ada yang jual sampe 45ribu, gila nggak tuh? Hasil akhirnya bisa kelihatan matte dan nyatu di bibir, sekali oles bisa langsung muncul warnanya, tapi sayang nggak long lasting. Dibuat makan dan minum aja bisa langsung memudar warnanya.

Terus iseng beli lipstik just mist di strawberi. Yang kata beauty blogger lipstik paling murah dan  bisa bikin tampilan terlihat matte cuma modal 15ribu. Pertama kali juga beli lipstik model pensil gini, akhirnya saat main ke Surabaya Plaza (Delta), nemulah si lipstik ini, sayang cm ada 2 warna si pink dan orange. Pilih warna orange, mikirnya hasil akhir kayak wardah hydro gloss yang pernah saya punya, ternyata warnanya beda banget. Pakai lipstik ini saya jadi semakin tambah kelihatan efek camera 360. LoL. 

Pengalaman Mencetak Tiket Kereta Sendiri

Senin, September 08, 2014 0
Ahad kemarin tanggal 31 Agustus 2014 saya berencana ke pasar wonokromo DTC untuk mencari sesuatu, saya pikir sekalian aja cetak tiket kereta yang saya booking jauh hari melalui internet di stasiun Wonokromo. September ini saya berencana untuk mengunjungi Jakarta kembali sejak November tahun kemarin.

Misi saya (kayak tugas penting aja) kesana itu untuk mengunjungi twin baby anak sepupu saya bareng keponakan gedhe saya (gini-gini saya punya keponakan yang sudah kuliah, tiba-tiba ngerasa tua :D ). Sudah sejak lama saya pengen kenalan sama si bayi kembar ini, karena di keluarga besar saya terakhir punya sodara kembar itu saat saya masih umur 4 tahun (sepupu saya), dulu saya sering banget main sama mereka. Dan saat si kembar ini berumur 4 tahun, salah satu dari mereka meninggal. #cry. Jadi kemunculan bayi kembar di keluarga besar saya ini kayak sebuah anugerah tersendiri, apalagi langsung kembar cowok dan cewek. Pinter banget sih mbak sepupu saya ini. Buat anak langsung bisa cowok dan cewek. Hehehe..

Sedangkan misi kedua ke Jakarta itu pengen wisata bisnis (halah… bahasa opo iki?) Yup, kali ini pengen banget mampir ke pasar-pasar grosir di Jakarta, kali aja nemu peluang baru buat dijual lagi. Soalnya waktu dulu kesana ngerasa kurang banget jalan-jalannya, maklum namanya juga ikut teman yang lagi wawancara kerja, jadi harus ngikut jadwal dia di Jakarta. Tapi cukup puas lah bisa jalan-jalan mengunjungi wisata kota tua Jakarta.

Ok, back to the topic, mengenai cetak tiket kereta ini, saya dibikin takjub sama kinerja perusahaan BUMN PT. Kereta Api Indonesia. Perusahaan ini menurut saya banyak mengalami kemajuan yang lebih baik. Nah, salah satu inovasi mereka adalah cetak tiket kereta ini. Jadi, awalnya saya itu langsung menuju ke loket tiket seperti biasanya saat hendak cetak tiket kereta. Tapi sama mas-mas penjaga loket tiket langsung disuruh ke sisi kanan karena ada mesin cetak tiket otomatis.

Biar nggak jadi orang sotoy, pertama saya membaca cara penggunaan mesin otomastis ini atau disebut dengan CTM (Cetak Tiket Mandiri) yang ada disisi kanan dan kiri seperti gambar dibawah ini. Mesin ini sepenuhnya Touch Screen tanpa perlu menggunakan mouse. Nanti dibagian layar masukkan kode booking tiket dan klik tombol cari, jika benar akan muncul hasil pencariannya dan bisa langsung dicetak.

Tampilan Mesin CTM (Cetak Tiket Mandiri)

Terus mesin ini akan mencetak secara otomatis seperti gambar dibawah ini. Habis itu bisa langsung diambil dengan menyobek pembatas kertas tiketnya. Satu kata yang saya ucapkan dari hati saat melihat kinerja mesin itu “cool”

Tiket Tercetak secara Otomatis
Ada sedikit kejadian diluar dugaan yang memaksa saya harus minta bantuan petugas. Karena si mesin CTM tak kunjung berubah kembali ke tampilan awal saat saya memasukkan kode booking. Karena saya harus mencetak ulang tiket pulang (yang tadi tiket berangkat). Dengan sotoynya saya mengutak-atik CTM ini, yang ada malah mesin ini kembali ke tampilan desktop Windows 8 dan untungnya bapak petugasnya ramah banget membantu saya. Terima Kasih Pak. Sekalian saja saya langsung  bertanya mengenai keberadaan mesin CTM, dan kata bapak itu mesin ini sudah beroperasi sekitar 1 bulanan. Ada hikmah dibalik musibah ke-sotoy-an saya :D

Maaf ya teman kalau foto yang ambil hanya ini saja. Masih untung saya menyempatkan untuk memfoto mesin CTM ini, seharusnya saya bisa memperlihatkan tampilan layarnya, foto petunjuk pemakaian CTM, dan lain-lain. Asal kalian tahu, saat saya berkenalan dengan mesin CTM ini ngerasa jadi artis, semua pengunjung memperhatikan saya. Apalagi nggak ada orang yang antri dibelakang, kan nggak enak banget jadi pusat perhatian. Hehehe.. (halah…terlalu GR nih kayaknya :D).

Oh ya, saya cukup beruntung dapat membeli tiket ekonomi bersubsidi, dengan membayar 105rb bisa dapat tiket PP Surabaya-Jakarta. Isunya september ini tiket ekonomi bersubsidi bakalan mau dicabut. Sudah lama banget ke Jakarta naik kereta ekonomi, terakhir saat kelas 5 SD, jadi harus banyak persiapan nih, Apa masih banyak penumpang yang tidur dibawah dengan menggelar Koran saat malam? Baiklah mari kita lihat tanggal 11 besok. Wish me luck ya teman, moga saya bisa sampai perjalanan dengan selamat dan kembali ke Surabaya dengan segudang cerita yang lain. See U Next Time ^_^ 

Salah Satu Fenomena Lebaran

Selasa, Agustus 19, 2014 0
 *) Ini aslinya ditulis H+3 lebaran. Tapi baru sempat diposting sekarang. Hehehe..

Assalamu'alaikum teman blogger semua...
Masih di suasana lebaran, maka izinkanlah saya mengucapkan
Taqabalallahu minna wa minkum..
Minal Aidzin Wal Faidzin..
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Hari ketiga lebaran nih, gimana seneng bisa kumpul rame-rame sama keluarga besar?
Dan pasti senang juga kan bisa ketemu teman-teman lama yang main ke rumah atau sebaliknya kamu yang main ke rumah mereka sekalian reuni. Atau ada yang pada bete karena selalu diteror pertanyaan
"kapan nikah???" "mana nih calonnya?" "kapan nih nyebar undangan nikah?"
Tenang teman, bukan kamu aja kok yang selalu diteror pertanyaan itu saat kumpul acara keluarga dan teman-teman.Saya juga ngalamin hal itu, rasanya itu pengen banget segera ngilang pake pintu ajaib doraemon terus tiba-tiba udah di salah satu negara di Eropa #ngayal. Tapi apa daya, saya hanya bisa tersenyum manis (dibuat semanis pake gula 1kg) dan bilang "iya mohon do'anya aja dan bisa segera nikah".

Atau kalau lagi mood buat jujur saya akan bilang "belum punya calon nih, mau dong dicariin" eh mereka pada bilang "masa sih orang semanis dan sebaik kayak kamu belum punya calon, bohong ah" nah loh, jadi pada bingung kan? jujur salah, bohong tambah salah. Dan kalau kamu orang yang gokil, bisa jawab kayak teman saya ini "undangan nikah sih udah lama jadi, om tante, tapi mempelainya ini bingung mau ditulis nama siapa" #eaaa..

Nggak tahu kenapa sejak banyak orang pake sosmed, saya ngerasa banyak banget orang yang galau masalah jodoh. Terutama saat lebaran kayak sekarang ini, timeline fb penuh dengan status pertanyaan kayak diatas bagi yang single. Dan saya pun diantara mereka, tapi saya berusaha menahan untuk tidak update status tersebut ke sosmed. Bisa-bisa saya nanti kena bully oleh teman-teman sejagad facebook. :D

Kalau boleh jujur nih, saya galau tentang jodoh pun sejak saya umur 21 tahun. Sungguh lucu kayaknya, nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba saya ngebet banget buat nikah. Padahal calon aja belum ada dan hidup pun masih bergantung pada orang tua. Terus ikutan berbagai situs kencan online biar dapat calonnya. Tapi malah nggak ketemu-ketemu. Dan saat setahun kemudian, datang orang yang pengen serius dengan saya, eh malah saya nggak ada niat sama sekali buat nikah (sibuk sama urusan magang saat itu). Padahal orangnya udah sangat mapan dan dewasa, secara agama pun baik. But, unfortunately he is smoker and i hate it. Because a smoker not cool at all :p

Keingian menikah itupun menguap begitu saja. Dan kalau dipikir-pikir, saat itu kayaknya saya iri dengan teman saya yang asyik pacaran. Karena saya penganut JoSH (Jomblo Sampai Halal), jadi harus dilegalkan dengan nikah :D Aduh...untung aja nggak nikah umur 21, soalnya saat itu ngerasa labil banget. Dan di awal umur 23 tahun, keinginan itu muncul kembali. Sampe rela beli buku-buku tentang pernikahan kayak dibawah ini.

Alasan nikah di umur 23 tahun sedikit konyol, biar ada yang mendampingi saat wisuda. :D Soalnya pada saat itu saya emang lagi deket dengan seseorang seperti tulisan saya disini. Dan ngerasa kepedean aslinya menganggap itu adalah God's Sign. Karena suatu peristiwa, saya jadi tahu kalau orang itu juga suka saya awalnya, tapi perasaan itu berubah menjadi datar (paling nggak rasa suka saya nggak bertepuk sebelah tangan). Kalau boleh menyimpulkan, kayaknya orang itu hanya sebatas kagum pada saya dengan kelebihan yang saya miliki. Dan sampai saat ini saya sudah jarang berkomunikasi dengan dia, terakhir komunikasi lebaran hari pertama kemarin ngirim SMS ke dia. Padahal saya itu hampir tidak pernah ngirim SMS lebaran ke teman atau saudara, saya harus melakukan ini karena saya merasa punya kesalahan besar ke dia. Tapi ada daya dia nggak balas sms saya. :( Yang penting niat saya sudah baik kan??

Terus, dulu juga pernah tanpa sengaja saya kesasar disebuah blog yang bahas tentang jodoh juga (lupa nama blognya), ceritanya teman pemilik blog kaget dengan rencana pernikahan sobatnya. Karena dia merasa temannya itu playboy dan calon istrinya pun biasa banget jika dibandingkan dengan para mantannya yang cantik-cantik. Tapi ada satu kisah yang bikin pemilik blog itu tertampar dengan ucapan temannya, ketika ditanya alasan dia menikah. Intinya temannya bilang kayak gini (secara garis besarnya aja ya..)
"alasan gue buru-buru nikah, adalah gue nggak mau mati dalam keadaan melajang. Gue nggak tahu berapa lama gue hidup di dunia. Makanya gue pengen ketika gue udah mati ada seorang
anak yang selalu mendo'akan gue di alam kubur. Walaupun calon istri gue orang biasa aja, tapi gue yakin dengan dia bisa membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah "
Huaaaa, serem banget itu omongan temannya. Kata-kata itu yang jadi senjata ampuh buat saya untuk menyegerakan nikah disamping alasan nikah adalah penyempurnaan separuh agama. Tapi apa daya jodoh tak kunjung datang. Ditambah lagi banyak banget bermunculan buku dan seminar yang membahas jodoh, yang diburu para jomblowan dan jomblowati, termasuk saya tentunya. Jadi tambah bikin galau kan karena banyak banget yang ngomporin buat nikah kayak kompor mbledug.

Suntuk dengan jodoh, saya pun mampir ke blog neng geulis Febrianti siapa tahu menemukan secerah harapan tentang ini, karena dulu saya tersadar mengenai hakikat jodoh juga dari blog itu. Nggak nyesel saya mampir kesana ternyata apa yang menjadi keresahan saya terjawab sudah.

Dia bilang di blognya bisa jadi niat untuk menikah kita belum tulus karena untuk Allah, siapa tahu alasan kita buru-buru nikah karena takut untuk menjadi perawan tua (saya banget ini), karena teman kita banyak yang sudah punya anak (saya banget juga), dan yang tambah bikin jleb di ulu hati dia bilang "memantaskan diri karena jodoh, bukan lagi karena Allah". Ya Allah saya baru sadar, di sosmed sering bilang menjomblo untuk sedang memantaskan diri buat si pangeran aka suami. Padahal saya seharusnya memantaskan diri itu untuk Allah, terserah Allah kapan mau mempertemukan kami.

Yup, semoga setelah ini, saya bisa memperbaharui niat saya menikah hanya karena Allah, bukan karena alasan tradisi dan nilai normatif di masyarakat.

*) Sumber gambar dari google.com

Liburan ke Jogja Part II

Selasa, Juli 29, 2014 0
DAY 3 (Sabtu, 31 Mei 2014)

Ini adalah kelanjutan dari cerita perjalanan saya ke jogja. Bagi yang belum membaca silahkan baca dulu disini. Lama banget jeda nulisnya dengan part 1 hehehe...

Hari ketiga di Jogja kami berencana wisata ke Vulkano Tour gunung Merapi. Awalnya pengen berangkat jam 6 pagi tapi tetep aja molor, dan baru bisa berangkat jam setengah 9. Kami berenam saya, Hernita, Iko, Indah, Arin dan mbk Yohana (kakak angkatan saat kuliah S1 dulu lanjut S2 di UGM) berangkat naik sepeda dari deresan 1 langsung ke gunung Merapi butuh sekitar 1 jam lebih. Jalanan cukup lancar walau banyak juga truk besar yang lewat, saat masuk ke kawasan pegunungan hawa dingin mulai terasa walau agak panas cuacanya. Saat udah di wilayah pegunungan yang sedikit menanjak tiba2 sepeda yang saya tumpangi bareng indah bannya bocor. Terpaksa kami harus menambalnya dulu. Dan Alhamdulillah sekitar 10 meter kemudian ada bengkel motor dan mobil, jadi kita bisa nambal disana. Tiket masuk ke tempat wisata ini totalnya 6500. Dengan rincian karcis masuk taman nasional 1500, jasa pengelolaan volcano tour 3000, dan karcis sepeda 2000.

Tiket Masuk Wisata Vulkano Tour
Kalau boleh jujur, saya nggak terlalu nafsu ikutan Vulkano Tour ini. Karena apa? Karena uang di dompet saya mulai menipis. :D Dan saya tahu sewa mobil jeep itu nggak murah, sedikit berharap nggak ada Jeep kosong saat Indah dan Inoko survey harga sewa. Tapi nyatanya tersisa 1 Jeep dan ready untuk di sewakan dengan harga 450ribu untuk tour 1. Akhirnya kita semua ke pos penyewaan.

Awalnya mereka menolak kami berenam, karena 1 jeep hanya muat 5 orang dan menyarankan untuk menyewa 2 Jeep. What? Tambah mahal aja dong. Udah di rayu dengan manis manja, sampai memohon2 dengan bersujud (lebay) bapak itu tetep aja pada pendiriannya. Ahirnya kita eyel2an bentar siapa yang berhak naik. Indah dan Arin memilih untuk nggak naik, karena sudah pernah. Saat kita eyel2an, eh itu bapak berubah sikap dan memperbolehkan kita berenam buat naik Jeep bareng. Mungkin kasihan dengan kami. Yaelah, tahu gitu kita sejak awal eyel2an pake jambak2an aja sekalian, biar langsung dibolehin naik berenam :D

Dipandu dengan mas Paidi yang ganteng biasa dipanggil Pay (bukan nama aslinya, nama beken aja) kami mengeliling gunung merapi, waduh asli horror banget wisata ini, jalan sempit, dan kiri kanan itu jurang. Nggak bisa bayangi klo jatuh dari sana. Berkali2 kita yang cewek teriak2 nggak jelas. Moga telinga mas Pay nggak budheg setelah mengantar kami.

Monumen Sisa Hartaku
Lokasi pertama yang kami kunjungi itu Museum Sisa Hartaku di desa Cangkringan. Dari peninggalan ini, saya bisa membayangkan dahsyatnya erupsi Merapi saat tahun 2010 lalu, banyak peninggalan benda logam dan kaca seperti uang, sepeda, botol, piagam, televisi, dll yang meleleh. Pasti panas banget saat itu #cry.

Foto Depan Museum Sisa Hartaku
Televisi yang meleleh

Uang Logam dan Botol Kaca Sampe Meleleh.
Uap Belerang
Kedua wisata uap belerang, saya lupa namanya apa. Kita berhenti sejenak, terus disuruh naik keatas bukit buat liat pemandangan gunung merapi. Aseli bagus banget disini, nggak kalah sama pemandangan diluar negeri, semuanya kelihatan hijau. Turun dari bukit baru diberitahu mas Pay  kalau dibawah bukit dan sekitarnya ada lubang-lubang uap belerang yang panas. tahu gitu kan tadi sekalian bawa telur mentah terus dimasak diatas salah satu lubang uap belerang. Hehehe..
Gunung Merapi dari atas bukit

Bunker Kaliadem
Lokasi selanjutnya kita ke Bunker (ruang bawa tanah), bunker sendiri pada zaman peperangan sering dijadikan tempat persembunyian dari bahaya rudal, bom, dan sebagaianya. Dan disini saat erupsi merapi 2006 ada dua orang relawan yang meninggal disini. Satu ditemukan di kamar mandi, satunya dekat pintu masuk. Hiii...merinding banget saat dengar penjelasan mas Pay. Saat melongok ke dalam kamar mandi, tiba2 saya membayangkan ada orang disana. ruang di dalam bunker gelap dan lembab, untuk melihatnya kami menyewa senter yang disediakan di pintu masuk dengan membayar seikhlasnya.

Bunker di Dusun Kaliadem

foto di atas Bunker 

Bersama mas Pay. Disini mas Pay nggak kelihatan keceh

Batu alien
Lokasi wisata terakhir batu Alien, batu ini katanya tiba-tiba muncul sejak erupsi merapi. makanya disebut batu alien karena nggak jelas kapan datangnya. Dan kebetulannya lagi, kalau diamati dengan seksama batu ini mirp wajah manusia yang menangis. Awalnya saya nggak terlalu memperhatikan,dan nggak paham mana mata, kepala, hidung, telinga, dan mulutnya karena saking besarnya. Tapi setelah di foto dan diperlihatkan baru terlihat dengan jelas bentuk batu ini.

Foto bareng batu Alien
Habis kelar wisata vulkano tour, kita sholat dzuhur di mushola disana, dan memutuskan melanjutkan perjalanan ke air terjun Kaliurang. Indah yang nggak enak badan meminta Hernita untuk menggantikan nyetir. Padahal Indah itu patner saya. Sejak awal saya cerita kalau nggak berani ditanjakan. Makanya Indah minta tolong Hernita dan saya dibonceng iko. Jujur, saya itu agak trauma dengan jalan tanjakan. Soalnya waktu kelas 2 SD saya pernah nginep di Villa Pak De saya di Bogor. Jadi ceritanya ada jalan tanjakan khusus yang lumayan tinggi di samping jalan raya untuk mau masuk ke Villa. Saya naik sepeda (belum terlalu mahir bersepeda) milik sepupu mencoba keluar dari gerbang Villa meluncur kebawah, jatuh berguling. Sejak itu lah saya agak ngeri klo bersepeda di tanjakan. Waktu dibonceng sepeda motor oleh mas sepupu saat ke bromo pun tangan saya berkeringat, padahal udaranya dingin. Sedikit merasa jadi beban karena dibonceng terus sejak dari kos.

Nyampek kaliurang, ternyata air terjunnya kering nggak ngalir #cry. Padahal berharap bisa pamer foto dibawah air terjun. Terakhir main ke air terjun saat kelas 3 SMA. Jadi saya males mau narsis (dan nggak ambil foto sama sekali terlanjur kecewa), akhirnya kita berempat duduk2 aja sambil ngobrol rencana selanjutnya. Sambil makan2 snack yang kita bawa.

Rencana awal kami berempat (saya, Indah, Iko, dan Hernita) malamnya kami mau ikutan wisata musem di Night at The Museum di Museum Sandi. Tapi Indah malah nggak jadi ikut karena capek katanya, dan saya sejak awal pengen ngerasain suasana Malioboro di malam hari (soalnya ini malam terakhir di Jogja), saya pun menolak ikut. Jadi fix hanya Iko dan Hernita yang ikut, sekalian biar kita menghemat duit biar nggak nyewa sepeda motor lagi, jadi Iko dan Hernita bisa kesana naik sepedanya Ovarin,  indah main di penginapan kami. Sedangkan saya jalan-jalan ke Malioboro sendiri.

Puas ngobrol dan foto2 (khusus mereka) kita kelaparan, dan diusulkan makan di Warung Raminten di Kaliurang. Disini saya mencoba memberanikan bonceng iko pake sepeda matic dari Air Terjun Kaliurang. Kebetulan merk sepeda matic itu kayak sepeda adik saya di rumah (jarang pake matic aslinya, lebih suka yang manual). Saya janjian ke Iko, kalau saya merasa takut gantian dia yang nyetir. Awalnya sedikit grogi, lama kelamaan saya menikmati perjalanan pulang ini. Ternyata tanjakan jalannya nggak seseram yang saya bayangkan. Merasa kalau trauma saya sedikit berkurang, dan sedikit ketagihan pake matic di jalan pegunungan.

Suasannya Warung Raminten asyik banget, beda dengan House of Raminten yang sumpek. Sampe mereka bertiga yang tinggal di Jogja kepikiran pengen ngerjain Thesis disana. Cuma yang bikin agak seram, itu banyak patung orang jawa di pintu masuk, ngerasa mistis aja. Dasar saya aja yang penakut. Sesi ini nggak ada foto2 kelupaan saking laparnya. Hehehe..
Brosur di ambil dari House of Raminten
Pulang, kita langsung ambil barang yang sudah kita packing sebelum ke Merapi. Jadi tinggal ambil barang terus langsung menuju ke Indonesia Hotel. Saya dan Iko di tinggal di penginapan, sedangkan Hernita dan Indah mengembalikan sepeda. Jadi nanti saat mereka kembali ke Hotel hanya membawa 1 sepeda. Mandi, langsung dandan yang agak cantik dan siap berpetualangan ke Malioboro. Siapa tahu dapat kenalan orang Jogja #ngarep. Bahkan sampai dikomentari teman, muka saya jadi kayak kena efek kamera 360 gara2 pake lipstik warna peach agak ke orange. Hihihi, nasib punya lipstik warna peach, dikatain editan kamera 360.

Setelah mereka berdua berangkat, saya pun bersiap-siap untuk berangkat. Tinggal Indah sendiri yang di kamar sambil baca buku bahan Thesisnya. Sedikit was-was juga berpetualangan sendiri di malam minggu di tempat yang nggak dikenal. Tujuan pertama lansung ke Mall Malioboro nyari kaos Dagadu, karena sudah sejak SD ngidam kaos ini. Ngiri sama teman yang waktu SD mampu beli kaos Dagadu Aseli. Sekalian dititipi teman juga buat belikan kaos ini. Dapat kaos, saya nggak langsung pulang, tapi menjelajah kios di emperan jalan mencoba menawar kaos buat oleh2. Ternyata harganya sama aja, katanya itu sudah aturannya dagang kaos disana. Berhenti di salah satu toko batik, ada penari laki-laki yang asyik banget narinya, lumayan cakep juga. Gayanya lucu plus pakaiannya ketat lagi. 100% saya bilang kalo dia seorang G. Sampai habis tiga lagu saya nggak pengen beranjak dari sana saking lucunya. Dan kerennya itu penari bantuin tukang becak yang mau lewat jalan disana. Soalnya itu jalan emang buat becak dan dokar. Waduh, mas-mas, andai kamu normal, aku mau daftar jadi calon istrimu. Hehehe..

Perjalanan masih panjang, saya terus jalan ke arah 0 km. Sepanjang jalan, hati merana bin miris. Saat dipinggir jalan banyak yang bergandengan tangan, sedangkan saya bergandengan dengan HP. Mana sempat ditawari beli bunga lagi sama orang, bilang bisa buat pacarnya. Nggak tahu apa kalo saya nggak ada gandengan #sewot.

Deket lampu merah saya liat komunitas suku Papua atau Ambon (nggak yakin suku apa) yang pamer tarian kebudayaan mereka. Cukup terhibur dengan tariannya, walau nggak ngerti blas nyanyian mereka. Terus ada pagelaran budaya juga di sebrangnya, lupa antara pagelaran wayang atau srimulat. Hehehe.. Balik pulang karena sudah jam 9 lebih. Baru terasa kaki saya capek banget di depan pasar Bering Harjo, padahal jalannya masih panjang. Tetep di paksa jalan juga, akhirnya nyampek penginapan diiringi tragedi lebay. Karena saat buka pintu kamar terkunci, saya ketok juga nggak ada sahutan dari Indah, padahal ada sandal di luar. Sempat berfikir, jangan2 Indah sudah pulang. Terus Iko dan Hernita jalan2 sendiri ke Malioboro. Saya ditinggal sendiri, dan sedikit panik. Telepon Indah, nggak nyambung, telepon hernita mereka katanya masih di museum. Jadi keingat cerita di blog pengalaman orang yang pernah terkunci dari dalam saat nginap di Indonesia Hotel. Kalo beneran terjadi saya terkunci dari luar. Tiba2 saat saya balik badan, muncul wajah Indah dibalik tirai kamar yang bikin saya kaget plus senang. Ternyata itu pintu kamarnya harus agak di dorong sedikit. Hehehe…

Besoknya hari Ahad, kami full seharian beli oleh-oleh, rencana pengen belanja-belanji ke pasar Beringharjo dulu. Jam setengah 10 Indah datang, sepedanya dititipkan ke penginapan kami. Kami beli kaos di pinggir emperan toko rata2 kaos disana dibandrol 30-35 ribu. Habis itu ke Mall Malioboro buat ambil Uang di ATM. Keluar mall, naik becak minta di antarkan ke Bakpia Pathok 25 (katanya yang terkenal merk ini), dan diantar ke pasar Beringharjo, awalnya minta 15ribu, kita tawar jadi 10rb dan mau.. Eh, sama bapaknya malah diturunkan ke toko lain, bilang ini anak perusahaannya, dan harga lebih murah. Tapi kami tetap ngeyel minta diantar kesana. Akhirnya si bapak mau ngantarkan kami yang jarak antara toko itu dengan bakpia pathok 25 sekitar 10 meter. Biuh, rame banget toko ini, akhirnya kami pilih2, sekali lagi saya dititipi teman beli 3 kotak. Awalnya dia pesan 2 eh, malah nambah, mana nitip barang nggak dikasih uang dulu lagi. Kapok deh klo liburan nggak mau lagi dititipi, yang ada malah repot bawa banyak barang dan uang sendiri terpakai buat  nalangin.

Sebelum belanja kami ngisi tenaga dulu, sekalian makan siang di food court lantai paling atas pasar. Dan sebagai wujud syukur Iko karena sisa uang kenaikan gaji sudah di transfer, dia mentraktir kami makan siang, alhamdulillah bisa menghemat hehehe...
Semoga rezekinya tambah banyak  dan barokah ya ko.

Puas belanja di beringharjo, kami segera pulang, saya sempat terpisah dengan mereka, karena mencari kaos anak buat teman kecil saya mbak Ayu dan Arya yang selalu menemani saya jaga toko. Keluar dari pasar malah ada pawai persatuan olah raga pencak silat dan bela diri. Banyak banyak nama persatuannya, yang sempat saya ingat ada Merpati Putih, soalnya teman saya ada yang pernah ikut Merpati Putih. Nyebrang jalan, kami naik becak buat diantar ke penginapan ambil barang dan ke Stasiun Tugu. Depan penginapan kami saling berpamitan, Indah pulang ke Kos dengan sepedanya.

Ternyata banyak banget barang belanjaan kami. Setengah becak sendiri, karena saya duduk dengan barang2 tersebut. Iko dan Herita naik becak satunya. Nyampek stasiun langsung hujan deras, kami memilih duduk dalam mushola sekalian sholat Ashar dan tak lupa merapikan belanjaan kami. Sialnya, saya baru sadar kalau oleh-oleh kaos buat adik saya ketinggalan di salah satu toko baju anak. Akhirnya saya sms indah buat minta tolong buat ambil kaos itu. Dan Alhamdulillah kaosnya disimpen penjual dan bisa langsung dipaketin ke Surabaya. Makasih banyak ya ndah.

Hujan udah agak terang, kami duduk di peron stasiun, sambil beli makanan buat makan malam di kereta. Saat itu ada gerombolan bule2 yang entah datang dari mana. Ada pemandangan menarik dari salah satu bule itu. Seorang bule laki-laki memisahkan diri dari rombongannya. Ternyata dia hendak merokok. Saya sendiri nggak suka dengan perokok, tapi takjub saat liat bule itu merokok. Cara merokoknya ituloh sumpah sopan banget. Dia buang asap rokoknya keatas udara, mungkin biar nggak kena orang disekitarnya kali ya. Eh, tiba-tiba disampingnya datang seorang bapak yang juga ngerokok. Dan buang asapnya sembarang padahal ada ibu-ibu gendong anak kecil lewat di depannya. Saya seolah-olah melihat bapak itu mengajarkan ke bule agar buang asap rokoknya bisa sembarangan, nggak perlu buang keatas udara. Soalnya waktu si bapak merokok, sedikit senyum menertawakan kelakuan si bule. #miris

Menaiki Sancaka kembali, kami duduk terpisah soalnya waktu booking sisa kursi yang kosong hanya sedikit. Dan saya duduk bersebelahan dengan mas-mas asal Magelang. Awalnya saya berharap dia turun sebelum stasiun Gubeng biar bisa duduk bersandar di Jendela. Ternyata tujuan kita sama. Setelah ngobrol2 sedikit, saya baru tahu dia kuliah sambil kerja di Surabaya. Dan kita sama-sama satu Almamater, Unair. Sempit sekali kan dunia ini. Saya menebak dia masih semester 6an, dan terlihat keren bagi saya karena masih muda bisa kuliah sambil kerja. . Ketika saya tanya angkatan berapa dan jujur kalau saya juga lulusan Unair, mas ini ngaku angkatan 2005. Loh jadi bingung, jadi dia lebih tua dari saya? Ternyata mas ini kuliah ambil S2. OMG, kirain lebih tua saya, soalnya wajah nya itu unyu banget, kayak masih umur 22 atauh 23 gitu. Untung tadi nggak keceplosan bilang adek. Hehehe..

Ngobrol2 dia tanya tentang angkatan dan jurusan saya, setelah menyebutkan angkatan dan jurusan saya, dia jadi tanya "kenal namanya Ita?". Saya menjawab "Indah Masitah ya?". "Nggak tahu nama lengkapnya, tapi dia dipanggil Ita di Kantor, anak Gresik dan jurusannya sama kayak mbknya". "Wah iya tahu, itu teman angkatan saya, ini dia lagi nitip dibelikan oleh-oleh. Nanti boleh sekalian nitip kasihkan dia nggak mas? ". Dan mas itu seperti nggak percaya gitu, takut salah orang, tapi kalo saya cerita tentang ciri-ciri si Ita ini, betul katanya.

Akhirnya saya sms Ita, tanya kenal mas ini (nyebutin nama) nggak? Cerita klo saya lagi sebangku di kereta. Dan berencana nitipkan oleh2 dia lewat mas ini daripada dipaketin kena biaya ongkos kirim. Beberapa menit kemudian, Ita langsung menelpon dengan hebohnya dia bertanya kok bisa sebangku dengan mas itu. Saya hanya bisa tertawa aja dan bilang nggak tahu, saya langsung kasihkan HP saya ke mas itu, biar langsung ngobrol dengan Ita. Baru deh mas itu percaya kalau Ita yang dia maksud itu orangnya sama. See...ternyata dunia ini sempit banget kan. Ini pengalaman ketiga yang bahas tentang hal "dunia ini sempit" selama liburan di Jogja.

Nyampe Surabaya udah jam 11 malam lebih, terpaksa saya pulang naik Taksi. Padahal kalau datang pagi, saya bisa menghemat dengan naik angkot. Puas, bisa liburan di Jogja selama 4 hari dan bisa mengunjungi wisata pantai, budaya, pegunungan, dan belanja. Inilah yang menjadi daya tarik Jogja, karena berbagai wisata ada di kota ini.

Kata teman saya Niza yang seorang Penulis "Perjalanan itu mendekatkan bukan menjauhkan." (dikutip dari tulisannya di Backpacker Story Cup Cakes). Saya mengamini kalimat itu. Bagaimana tidak, saya jadi semakin dekat dengan teman saya, bisa cerita banyak sebelum tidur. Dan teman saya yang sholatnya bolong-bolong, ngaku kalau selama liburan dia bisa full sholat 5 waktu, ketularan teman katanya, jadi semakin dekat dengan Allah kan?

Maka selagi masih single dan muda, alangkah baiknya teman-teman semua bisa backpacker ke segala penjuru kota atau negeri. Cita-cita saya sendiri, pengen bisa backpacker ke Eropa. Dan nggak tahu kenapa, hati kecil saya bilang someday i can go to Europe. Tolong di Amiinkan ya teman. Terima Kasih ^_^

Backpacker ke Yogyakarta dari Surabaya

Sabtu, Juni 21, 2014 3
Yuhuuu... selamat berjumpa lagi...
Akhirnya saya punya mood juga untuk nulis pengalaman mbolang pertama di tahun 2014 ini..
Sebenarnya perjalanan ini udah sejak akhir mei kemarin sih, saat liburan panjang (29 Mei -1 juni 2014). Tapi baru ditulis sekarang, nggak apa2 masih nggak terlalu basi kok ceritanya, kan belum ada satu bulan hehehe..
Saat pertengahan april salah satu teman saya woro-woro melalui grup facebook angkatan buat ngajak ke jogja. Saya yang emang seorang pengangguran berduit tidak menyiakan kesempatan ini, dan langsung menghubungi dia. Special thanks to Iko yang udah berinisiatif ngadakan perjalanan ini, dan mau direpoti dengan membeli tiket kereta PP Surabaya-Jogja.

Awalnya kami berniat untuk meninap full di kos teman yang sedang lanjut S2 di UGM. Tapi setelah dipikir-pikirnya nggak enak juga takut banyak merepotkan. Akhirnya kami bertiga (saya, Iko, dan Hernita) membahas langsung dengan, ngumpul di toko saya satelah mereka pulang kerja, 2 minggu sebelum hari H. Karena selama ini kami hanya berkomunikasi via BBM dan WA.

Kami memutuskan untuk tetap menyewa penginapan dengan pertimbangan biar deket dari stasiun Tugu kalau mau balik ke Surabaya. Mulai membagi tugas, saya kebagian untuk mencari penginapan, dengan referensi hotel CERIA dari teman saya yang habis honeymoon di Jogja. Keesokannya saya mulai minta bantuan google untuk mencari penginapan murah, salah satunya membaca referensi dari kaskus berdasarkan pengalaman para kaskuser. Ada beberapa hotel yang saya incar daerah Sosrowidjan (terkenal dengan banyak penginapan murah meriah). dan meminta Indah (teman yang di Jogja) untuk mengecek kondisi hotel tersebut. Disamping itu saya juga menelpon satu-persatu hotel yang masuk di kantong kami, ternyata rata-rata pada full. Saya baru sadar kalau kita liburan disaat peak season, otomatis banyak penginapan yang penuh.  Akhirnya saya menyerah dan minta bantuan si Indah untuk mencarikan penginapan untuk kami. Tak lupa saya minta pendapat indah tentang hotel CERIA, yang ternyata cukup jauh dari stasiun, padahal waktu itu hanya hotel CERIA yang ready kamar kosong plus dapat sarapan pula. L

Siangnya Indah langsung mengecek hotel-hotel yang jadi incaran saya, dan beruntungnya masih ada 1 kamar kosong di Indonesia Hotel. Padahal sebelumnya saya telepon katanya sudah penuh loh.. Informasi dari Indah, Indonesia hotel ini tidak menerima booking lewat telepon dan harus DP untuk tanda jadi dan nggak bisa di transfer. Sekedar tips aja sebaiknya buat kamu yang nyari penginapan murah di sosrowidjan minta bantuan teman atau sodara yang tinggal di Jogja. Soalnya rata-rata banyak penginapan disana nggak terima booking lewat telepon. Atau kalau nggak punya kenalan, silahkan kunjungi link kaskus INI untuk minta bantuan salah satu agan kaskuser yang tinggal di Jogja. Masalah fee jasa bisa langsung tanya orangnya.

Harga penginapan di Indonesia Hotel Jogjakarta
Masalah tiket dan  penginapan beres, tapi masalah uang saku ini yang bikin saya lumayan puyeng. Sebagai seorang pengangguran sukses (wiraswasta), pendapatan saya selalu naik turun. Dan kebetulan turunnya disaat menjelang liburan. Sempat terpikir untuk cancel tapi sayang banget udah beli tiket :’( . Eh… 2 hari sebelum berangkat tiba-tiba ada transferan yang teramat sangat cukup untuk liburan dari customer yang minta dibelikan barang dari luar negeri. Yang namanya rezeki emang datang nggak disangka-sangka :D Saya pun menggunakan uang customer saya dulu. Tapi tenang, saya sudah orderkan barang pesanan dia kok :D (semoga customer saya tidak membaca tulisan ini hehehe..)

Sadar kalau uang liburan adalah hasil dari hutang, maka saya menyiapkan amunisi yang lumayan banyak di Jogja. Aslinya saya ini tipe praktis bin simple kalau jalan2, tapi gara-gara ini saya harus membawa tas ransel dan tas jinjing yang isi dari tas jinjing ini sebagian besar adalah bahan logistic, air mineral 2 botol besar (1500ml), aneka cemilan, kering tempe (request ke ibu saya). Dan itu semua secara gratis karena saya membajak dari toko orang tua saya :D (lumayan menghematlah karena selama di jogja saya nggak beli camilan n minuman blas). Saat cerita kalau isi tas jinjing ini bahan logistic selama di Jogja kedua teman saya keheranan. Semoga kamu mengerti penderitaan ini teman (Inoko, Hernita, Indah) setelah membaca tulisan ini, alasan kenapa merepotkan diri membawa tas jinjing itu :D

Liburan di Jogja ini saya menemukan tiga fenomena “ternyata dunia ini sempit sekali”. Kejadian pertama di stasiun saya ketemu adik angkatan yang kayaknya juga mau liburan ke Jogja bareng ortunya. Kejadian selanjutnya, saat antri naik ke gerbong kereta saya liat teman angkatan beda jurusan (dia anak politik 08 dan lumayan lebay menurut saya, karena saya pernah sekelas dengan dia). Kami bertiga berusaha menghindari anak itu dan semoga tidak satu gerbong, eh nggak disangka ternyata dia dan teman-temannya, duduk pas didepan bangku kita :D dan ada satu kejadian lagi yang akan saya sebutkan di akhir tulisan ini.

6 jam berlalu (kereta datang telat karena sempat berhenti lama), keluar dari stasiun arah malioboro, kami disambut dengan cuaca Jogja yang panas menyengat puffhh #nyekakeringat. Segera kami mencari taksi dan minta diantar ke daerah deresan 1, ongkos taksi habis 27ribu (seharusnya cuma 23ribu dari harga agro, tapi si sopir taksi minta nambah 5rb). Nyampek di kos segera kami sholat dzuhur, dan langsung meluncur makan siang sekaligus melepas lelah di Café Cinnamon dekat kos nya Indah. Tempatnya lumayan asyik, kebetulan kami dapat tempat dibagian dalam yang mirip kayak kamar. Kayaknya dulu tempat ini bekas rumah yang disulap jadi café.

Sore kami mengambil sepeda motor dari tempat persewaan sebagai kendaraan jalan-jalan kami selama di Jogja. Biaya penyewaan sepeda 50ribu/hari. Dan 2 helm 5rb. Kami hanya menyewa satu sepeda saja, karena satunya pinjaman dari teman kami yang lain namanya Ovarin. Dia dulu teman satu angakatan saya juga. Jadi teman saya yang lanjut S2 ini ada si Indah dan Ovarin. Tapi sayangnya ovarin nggak bisa nemeni kita jalan2 karena HP barunya error dan harus dibawa ke Service Center, jadi terpaksa dia pulkam ke Sidoarjo dan menyediakan sepeda motornya untuk dipinjem. Sedih juga sih karena nggak rame lagi padahal rencana kita mau jadikan dia tour guide kami, tapi hikmahnya kita nggak usah nyewa 2 sepeda motor jadi hemat deh.. Thank You ovarine #hugandkiss.

Malamnya kami makan ayam geprak, terdengar asing di telinga, tapi patut di coba. Kami berempat berangkat bareng Arin (teman kuliahnya Indah).  Baru tahu maksud ayam geprak ini ternyata ayam goreng tepung, ambil lombok yang disediakan baru deh dikasihkan ke penjual untuk mengulek jumlah Lombok dan sambil geprak ayamnya. Plus ada kuah kuning yang khas (nggak tahu apa namanya) dan nasi boleh ambil sendiri (cocok yang porsi makannya banyak)

Berhubung saya merasa sedikit masuk angin dan nggak nafsu makan, saya minta dibungkus aja untuk dibawa pulang, makan di kos. Saya hanya memesan teh hangat. Dan mencicipi kuah kuning punya teman saya, dan rasany huek (pengen muntah) karena terlalu manis. Emang bukan makanan Jogja kalau nggak manis. Dan kuah itu nggak disentuh oleh Inoko dan Hernita. Terus, teman saya kepedesan padahal ambil Lombok nggak sebanyak Arin. Mungkin karena ada tambahan sisa ulekan Lombok sebelumnya, apes banget tuh yang dapat bekas ulekannya Arin. Kalau nggak salah dia ngambil 10 lombok :D hehehe..

Kenyang, kami langsung meluncur ke Taman Lampion tanpa Arin, karena dia mau lanjut ngerjain Thesis. Perjalanan kesana, cukup lancar nggak macet blas, ini yang bikin saya cinta dengan Jogja. Padahal kalau di Surabaya, saat itu termasuk jam sibuk karena banyak orang pulang kerja. Sekilas Taman Lampion ini mirip BNS di Malang. Tiket masuk kena 15ribu saat hari libur dan weekend (jum’at, sabtu, dan ahad). Hari biasa 10ribu. Aneka lampu hias disini cantik-cantik, jadi pengen narsis.

We Are Here Now

Jamilahs Bond Beraksi


Pohon Lampu

Capek muter2 dan bernarsis ria, kami duduk di tangga depan museum. Tiba-tiba lampu mati, untung aja ada disekitar kami ada penerangan dari lampu hias di skuter dan becak mini. Nggak bisa bayangin orang-orang yang lagi di masuk di wahana rumah hantu saat lampu mati #scream. Habis itu, pulang ke kos, sholat isya, makan (khusus saya), terus curhat tentang women secret antara kami sampai tengah malam :D kebanyakan saya yang cerita aslinya #halah

DAY 2 (Jum’at, 30 Mei 2014)
Alhamdulillah nggak telat subuhan, walau malamnya kami begadang. Terus leyeh-leyeh antri buat mandi, habis itu cus kami nyari sarapan jam setengah 9 (sarapan model apa ini?). Untung depan kos nya Indah ada warung makan, jadi kita nggak repot pergi jauh nyari makan. Berhubung makanan jogja itu manis, jadi mau nggak mau saya harus mencicipi sedikit kuah yg tersedia. Ambil nasi sendiri sebagai orang pertama, rasanya itu aneh sendiri, saat teman-teman malah ambil nasi dikit banget. Separuh porsi saya. WHAT??? Padahal saya ngerasa porsi saya ini nggak banyak. Sampai saya dilihatin sama mas-mas gitu, asli bikin malu :D . Nasi seporsi (sayur+lauk), krupuk dan teh hangat cuma habis 6500. Murah gilaa, nggak salah banyak orang liburan ke jogja karena disamping banyak tempat wisata makanannya murah meriah.

Hari ini kami berencana ke Taman Sari, Keraton, terus lanjut ke Pantai  Parang Tritis. Sebelumnya kami mampir dulu ke kampus UGM, karena Indah mau ngumpulin tugas kuliahnya. Indah sebagai tour guide kami, agak sedikit kebingungan lokasi Taman Sari, karena sudah lama nggak ke tempat ini. Tanya-tanya orang, akhirnya sampai juga di Taman sari dengan membayar tiket masuk 5ribu. Sejarah tentang Taman Sari ini bisa dilihat disini.

Kolam Taman Sari Tempat Mandi Para Istri Raja

Ada yang dipenjara hehehe...
*Konon dari atas tempat inilah sang Raja memilih istri yang akan dia tiduri nanti malam dengan melempar bunga ke kolam

Kolam bagian dalam

Vandalisme.
Moga itu para pelaku cepat tobat. Cagar budaya kok dicorat coret

Jadi Juru Foto Dadakan

Puas muter-muter di Taman Sari, kita mau nyari masjid bawah tanah, nggak tahunya malah keblasan sampai ke pintu keluar. Seharusnya kita belok kiri saat ada pertigaan nanjak keatas. Akhirnya kami balik lagi walau aslinya saya capek banget. Tapi  rasa capek saya terbayar dengan keunikan bekas masjid bawah tanah itu.

Habis dari taman sari kami langsung pergi ke keraton, sampai di parkiran, malah dikasih tahu juru parkir kalau keraton mau tutup. Akhirnya kami sepakat untuk makan di House of Raminten. Sekaligus saya ingin membuktikan kebenaran hasil googling semalam. Ceritanya semalam habis dari Taman Lampion, Inoko dan Hernita pengen nyari softdrink dan diantarlah ke Mirota Market (belanja disini kata Indah lebih murah dr si alfa atau si domar). Membuat saya penasaran tentang si Mirota ini.
“Ndah, kamu tahu yang punya Mirota ini siapa?”
“Yang Punya Mirota itu benc*ng fit”
What??? Saya baru tahu info ini, nggak langsung percaya, saya langsung googling saat itu juga. Dan mendaratlah di salah satu thread di Kaskus yang bahas hal ini. Oh..Thanks to Kaskuser yang kayak detektif dadakan :D  Kerennya walau si pemilik itu benc*ng, dia punya banyak usaha, mulai dari mirota batik, mirota minimarket, mirota kampus (minimarket daerah UGM), Mirota Bakery, dan Rumah Makan Raminten. Nama mirota sendiri konon diambil dari usaha orang tua Hamzah (nama asli pemilik Mirota) yang jualan MInuman ROti TAwar. Ada info yang bikin saya tambah bikin kaget, banyak kaskusker yang bilang rata-rata pekerja di Mirota yang laki-laki itu seorang G. Karena itulah saya penasaran banget pengen makan di Raminten, untuk sekedar membutikan omongan mereka. Hehehehe…

Sampai di House of Raminten, kami nggak bisa langsung duduk, harus antri dulu. Loh segini terkenalnya ini rumah makan? Akhirnya kami memutuskan untuk sholat dzuhur dulu, tanya ke mbak resepsionis, kalau mushola di lantai 3. Alamak, betapa terkejutnya saya, miris liat musholanya, penerangan yang nggak oke, terus deket ruang ganti karyawan laki-laki. Bener2 harus kuat iman, saat si mas-mas ganteng itu harus dandan necis untuk bekerja ganti shift. Apalagi bau parfum mereka yang cowok banget (walau sedikit diragukan kejantanan mereka hehehe).

Habis sholat, Alhamdulillah dua teman saya yang duluan selesai sholat sudah dapat tempat duduk. Saat menunggu pesanan, saya mengamati semua pegawai mereka, dan hati kecil saya bilang hampir 90% pegawai disana kalau G. Mungkin karena naluri perempuan kali ya, jadi saya bisa merasakan itu, bahkan saya punya beberapa teman di facebook yang G walau nggak pernah pernah ketemu, terlihat dari cara dia berpose, serta mata dan bibirnya, Rasanya nggak rela klo mereka itu beneran G. Jadinya kan stok cowok keceh di dunia mulai menipis, padahal saya masih single #nangis darah. Terus, kenapa juga itu mbak2 pramusaji pake kemben terbuka, kenapa nggak pake baju kebaya aja? Kata salah satu teman saya, nggak enak banget dilihat, mending kalo mbaknya bodinya bagus, lah ini si kemben kayak kedodoran di tubuhnyanya. Apa buat menarik si mas pramusaji yang G biar back to the right path? Who knows? Hehehe… Sekitar 15 menit, semua pesanan kami terhidang di meja, nggak lupa kebiasan buat incip-incip pesanan masing-masing hehehe.. Dan saya sendiri memesan Cap Cay. Because i love it so much.
Narsis Depan Cermin

Cap Cay
Kenyang, dan puas ngobrol disana, kami langsung siap-siap ke Parangtritis. Mendekati pantai angin mulai berhempus dengan kencang, sedikit takut aslinya, membayangkan kalau tiba-tiba sepeda yang kami kendarai jatuh karena angin. Saat saya cerita ini ke teman2 mereka malah ketawa dan mengatai saya terlalu parno :D
Numpang sholat Ashar di salah satu tempat bilas air disana, dan cus kita langsung menuju ke pantai Parangtritis. Finally, I can revisit after ten years. Andai saya bawa baju ganti lengkap, pasti saya sudah basah-basahan disana, tapi sayang saya hanya bawa ganti celana, jadi cuma bisa kecek-kecek aja #cry.

Gaya Levitasi yang gagal :D
Kumat Narsis

Gaya Bebek :D

Puas basah-basahan main air kami langsung bilas celana dan pulang.Terus mampir sholat magrib di masjid pantai Depok Yang terkenal akan hidangan seafood. Sayang nggak kelihatan pantainya soalnya keadaan sekitar sudah gelap. Kelaparan kami mampir ke salah satu bakso di pinggir jalan. Dan saya membaca motto depot bakso yang cukup menggelitik, secara garis besar dan seingat saya kayak gini
  • Jangan memesan bakso kami jika anda tidak mampu menghabiskannya, karena itu mubadzir dan temannya setan.
  • Jangan beritahu teman anda, jika tidak puas dengan bakso kami. Beritahu kami sebagai perbaikan dimasa depan.
  • Jangan beritahu kami, jika puas dengan bakso kami. Beritahu teman anda. Karena dapat memperpanjang kelangsungan hidup kami yang pengangguran.

Selesai makan bakso, sialnya kami terjebak macet di pusat kota. Entah ada acara apa, pokoknya banyak orang naik sepeda mulai dari anak-anak, tua, muda, bahkan bule. Sepertinya mereka akan berkumpul menuju ke suatu tempat. Jarak dari pusat kota ke kosnya indah yang dapat ditempuh dalam 30 menit menjadi 1 jam. Nyampek kos, semua teman pada mandi, saya yang aslinya males mandi malam, jadi ikutan mandi, sholat isya terus pengennya langsung tidur soalnya besok pagi-pagi kami harus ke Gunung Merapi biar nggak panas. Tapi yang terjadi kami malah curhat2an kembali. Ternyata kami memang makhluk Tuhan yang paling seksi yang paling doyang ngobrol. #halah

Kelanjutan ceritanya bisa baca disini. Capek juga nulis sebanyak ini ternyata. Hehehe...

Bisnis Hebat Oriflame

Sabtu, Mei 03, 2014 0
Terima kasih udah mampir kembali ke blog saya, postingan kali ini melanjutkan dari postingan sebelumnya silahkan baca disini kalau belum sempat membaca.
Oke, langsung to the point, bisnis mlm yang saya ikuti sekarang itu oriflame teman-teman. Pasti udah pada tahu kan tentang oriflame. Tapi bedanya saya ikut oriflame lewat jaringan dbc-network. Seperti cerita sebelumnya kalau saya awalnya sangaaaatt antipati dan memandang sebelah mata MLM gara-gara  pernah kecewa dengan MLM. Tapi setelah gabung MLM di oriflame ini pandangan saya berubah 180 derajat tentang MLM. Karena menurut saya MLM oriflame still the best untuk saat ini.
Oke akan saya jabarkan satu persatu kenapa saya, kamu, dan orang-orang diluar sana harus tahu tentang MLM ini (pendapat subyektif saya)
  1. Produk Sehari-hari
    Keunggulan produk oriflame adalah mereka menjual produk yang sering banget kita gunakan, mulai dari body shower, parfum, aneka kosmetik (bedak, lipstick, maskara, dll), dan serbuk kesehatan si NutriShake. Jadi, mau nggak mau produk oriflame ini akan  banyak digunakan secara berulang karena habis keseringan dipakai. Beda banget sama MLM TW dan SP (silahkan baca disini tentang TW dan SP) yang produknya itu kebanyakan sekali pakai, dan nggak mungkin tiap bulan kita selalu beli produk TW dan SP. Apalagi di SP nggak mungkin dong kita beli baju dan tas tiap bulan? Right?
  2. Sudah berdiri sejak lama
    Perlu teman-teman ketahui, oriflame sendiri sudah berdiri sejak 1967 di Swedia sana, dan masuk ke Indonesia sejak tahun 1987. Cabang produksi oriflame pun ada diberbagai negara, makanya tiap produk oriflame pasti beda-beda lokasi pembuatannya. Tuh kan sudah sangat berumur lah MLM ini, masa iya mau nipu membernya? Salah satu indikasi MLM layak diperhitungkan adalah sudah berapa lama bisnis MLM tersebut beroperasi. (sumber)
  3. Sistem jaringan dan bonus yang adil
    Setelah mempelajari skema bisnis oriflame ini saya merasa MLM ini yang paling adil dalam membayar bonus membernya . Kita dibayar berdasarkan usaha keras kita. Banyak MLM yang menggunakan skema piramida, dan skema ini sangat nggak menguntungkan bagi orang yang join belakangan. Awalnya saya juga mengira oriflame memakai sistem ini juga. Ternyata saya salah besar teman. Banyak banget kejadian di oriflame bonus downline lebih besar dari uplinenya. Ini saya berikan buktinya. Lihat gambar dibawah, mbak Dwi gabung lebih dulu dari pada mbak Anatasia Larasati, tapi kenapa si mbk Anatasia Larasati  levelnya lebih tinggi dari si mbk Dwi? Nah dari sini bisa terbukti kalau skema piramida di oriflame nggak berlaku. Nah, nama-nama yang nggak saya brush, mereka itu legend di dbc-network. Kalau mbak Anastasia Larasati sih, dia itu director saya, namanya selalu muncul di setiap invoice orderan saya, terus sering banget komen dan like di status saya. hehehe... :D

    (Sumber internal jaringan leader saya di dbc-network)
  1. Banyak Produk Gratis dan Diskon
    Yup, baru gabung di oriflame dalam 3 bulan pertama kita akan dibanjiri hadiah yang biasa disebut dengan welcome program. Dan berita hebohnya, gabung di oriflame bulan ini (mei 2014) kamu cuma bayar 10ribu untuk biaya pendaftarannya dari biaya pendaftaran normal sebesar 50rb. Terus hadiah welcome programnya juga keren loh, ada mascara giordani, parfum gioardani, dan tas cantik yang jika ditotal harga produk senilai Rp. 1.187.000,- (info lengkap klik disini) terus kamu juga bakalan dapat CD album terbaru Rossa secara gratis. Tuh, kan kurang baik apa coba oriflame ngasih hadiah yang segitu banyaknya :p
  2. Bisnis yang sangat terproteksi
    Yup, semua stok produk oriflame hanya bisa didapatkan dikantor pusat dan cabang, jadi member dilarang menyetok produk oriflame, inilah yang saya suka. Sehingga semua orang punya kesempatan yang sama berjualan melalui catalog tanpa perlu modal besar. Paling modal ngomong dan pede aja buat menawarkan oriflame. Beda sama si MLM TW yang saya ceritakan di postingan sebelumnya.
Itu lima hal yang menurut saya harus diketahui oleh orang-orang mengenai bisnis oriflame ini. Biar nggak salah informasi. Nah selanjutnya adalah tentang dbc-network. Dbc-network itu jaringan online para konsultan oriflame. Jadi semua perekrutan member bisa dilakukan secara online. Dan saya merasa di jalan yang tepat gabung oriflame melalui dbc-network. Ibaratnya berpergian jauh misal dari Surabaya ke Jakarta, kita perlu kendaraan yang tepat. Mau yang cepat sampai bisa pake pesawat, mau yang lama sehari semalam, ya bisa naik kereta ekonomi, mau yang lebih cepat lagi? Gampang tinggal panggil doraemon aja suruh keluarin pintu ajaib. Hehehe.. *)kidding.

Jadi teman-teman, gabung oriflame via dbc-network insha allah kita telah memilih kendaraan yang tepat untuk semakin dekat dengan tujuan kita di oriflame. Kalau tujuan saya sendiri sih, pengen deh dapat liburan gratis keluar negeri dan dapetin hadiah mobilnya. Hehehehe. Disamping itu support di dbcn-network teramat sangat keren teman. Saya aja merasa takjub ada bisnis MLM seperti ini yang setelah gabung, kita bakalan diperhatiin dan nggak dianggap anak tiri. Beda sama MLM pertama saya si H*I, setelah gabung saya dibiarkan aja, nggak pernah dihubungi lagi baik secara langsung atau online. Terus, banyak banget ilmu marketing online yang diajarkan secara gratis disini.  

Wow, kayakny keren deh fit, bisnis kamu. Aku mau dong ikutan, tapi katanya MLM kamu itu harus tutup poin ya?
Iya teman, tutup poin sebesar 100BP atau kalau belanjakan sekitar 600rb itu wajib bagi semua member oriflame kalau mau serius ngembangin bisnis jaringan. Dan bagi saya sendiri, tutup poin itu adil lah ya, buat semua member, biar nggk ada yang iri, mentang-mentang level udah tinggi nggak usah tutup poin. Bahkan kalau levelnya udah Senior Manager, tutup poin harus 200BP loh tiap bulan.

Kenapa harus belanja 600rb fit? Kok bukan 300rb gitu?
Wah, kalau harus 600rb tiap bulan saya juga nggak ngerti, tapi itu pasti udah dihitung secara cermat oleh mereka, biar bisa ngasih banyak bonus ke kita juga. Kan bonus di oriflame itu nyata dan pasti bisa diraih asal kita berusaha dengan keras.
Aku nggak pinter jualan nih, takut nggak ada yang mau beli..
Nggak pinter jualan? Wah sama, saya juga, yuk TOSS dulu. Hehehe.. Pada nggak percaya kan kalau saya nggak pinter jualan? Bocoran dikit ya, alasan saya jalanin bisnis online (bukan oriflame) adalah saya nggak terlalu pandai ngomong, makanya saya buka toko online, biar nggak usah bertatap muka dengan buyer. Saya paling nggak bisa merayu pembeli dengan rayuan maut, dan nggak bisa menghadapi pembeli yang nawarnya sadis, makanya saya buka toko online. Kalau saya sendiri sih, mengalokasikan sebagian kebutuhan saya seperti shampoo, sabun, hand & body ke oriflame buat ngumpulin BP. Alhamdulillah produk oriflame yang saya beli cocok ditubuh. Terus sisanya saya titipkan katalog ke teman-teman saya yang kerja kantoran dengan pembagian laba sesuai kesepakatan . Maklum kerjaan saya seharian depan laptop kan online shop githuu, jadi jarang ketemu orang.  Dan alhamdulillah pasti ada yang beli dari nyebar katalog ke teman-teman.
Selain modal duit apalagi yang dibutuhkan fit?
Yup, kamu harus modal tenaga dan waktu, karena waktu kamu akan berkurang untuk ngurusi bisnis MLM ini.  Tenaga, karena kamu harus mulai mencari prospek untuk direkrut untuk gabung ke oriflame. Dan modal penting lainnya, kamu harus punya internet, soalnya hampir semua kegiatan 90% dilakukan secara online, mulai dari pendaftaran, perekrutan dan order. Nggak punya internet dirumah? Langsung lari aja ke warnet. Perlu teman-teman ketahui, ada loh member oriflame yang rela menempuh perjalanan 1 jam lebih ke warnet untuk menjalankan bisnis ini.
Tapi fit, aku nggak pinter ngomong gimana bisa rekrut orang?
Nah ini yang seru, nanti kalau udah gabung di oriflame lewat dbc-network diajari kok cara rekrut. Ternyata rekrut itu nggak seseram yang kamu bayangkan. Saya dulu waktu awal gabung bisnis ini juga bingung banget masalah rekrut. Soalnya rekrut dan tutup poin itu nyawa di bisnis ini. Mau nggak mau kamu harus bisa rekrut orang. Jangan khawatir teman, dengan biaya pendaftaran di bulan mei yang cuma  10rb, pasti banyak banget yang antri pengen jadi downline kamu. Hehehe…
Oke fit, dengan secara sadar dan tanpa paksaan, aku mau deh gabung di oriflame lewat kamu. Caranya gimana?
Langsung lewat jalur pribadi aja ya, kamu bisa langsung hubungi aku di no 085648630306 (SMS/WA) dan add Pin Bebe di 326BE164. Saya selalu siap melayani kalian semua  sampai puass (idih..kayak apaan aja :D ) . Sekali lagi, jangan lama-lama mikirnya, keburu habis nih masa promo mei nya okehh??

Kecup Kening buat kamu semua yang udah baca postingan ini muaach..

Bisnis Hebat yang Saya Geluti Sekarang

Rabu, April 30, 2014 0
Rupanya blog ini sudah lama nggak pernah disambangi, sekali nyambangi malah bikin postingan yang bikin orang penasaran untuk mengunjungi blog yang sepi pengunjung ini. Kamu yang sudah mampir kesini pasti penasaran juga kan dengan judul postingan ini hehehe..hayo ngaku aja nggak papa kali..

Oke, di postingan pertama tahun 2014 ini saya mau bahas bisnis baru yang saya geluti. Guess What? Saya gabung bisnis MLM sodara-sodara untuk yang kedua kalinya (sambil teriak pake toa masjid hehehe…)

Oke, izinkan saya menceritakan pengalaman MLM yang saya alami. Saya tahu MLM (Multi Level Marketing) pertama kali sejak SMA kelas 12.  Saat itu sekelompok teman laki-laki lagi bahas MLM di jam istirahat. Saya nggak ikutan nimbrung cuma dengarkan sekilas aja (nguping). Bahwa teman saya sebut saja si D lagi gencar-gencarnya promosi MLM T*****I  Yang bikin saya takjub itu si D bilang klo dia bisa dapat jutaan perbulan dengan modal cuma ratusan ribu, cuma dengan rekrut, dan katanya kalau gabung dijaringan dia pasti dapat jutaan karena sponsornya  D (upline) siap membantu nyari modal. Saya acuh saya dan nggak tahu kalau saat itu MLM ini sangat booming, dan malah bersyukur nggak ikutan MLM ini karena ternyata harga produk yang dijual sangat nggak wajar harganya ituloh mulai ratusan sampai jutaan.  Eh, nggak tahunya saat 2011 saya bongkar barang nemu starter kits T*****I. Ibu saya ternyata ikutan MLM ini sodara-sodara. Pengen ketawa rasanya, anaknya berusaha nolak, eh si ibu malah ikutan hehehe..

Dan parahnya itu starter kits berupa notebook yang isinya masih lengkap, berdebu,  dan ada bekas gigitan tikus.  Karena berhubung saya itu orang yang suka kreatif bin pelit hemat, saya pun meminta starter kits tersebut dan mempermak bekas gigitan tikus dengan ditempeli stiker kampus. Lumayan lah dapat gratisan :D dan notebook ini selalu menemani masa-masa mengerjakan proposal dan skripsi.


Please don’t ask me to open the sticker. I bet you don't wanna see behind the sticker :D

Saat kuliah di semester 6  saya mengikuti mata kuliah Analisis Informasi Bisnis, kayak kewirusahaan gitu lah. Si dosen buat kelompok kecil dan tiap kelompok dimodali starter kits S****e P***s (selanjutnya sebut SP aja ya..). Istrinya ini pemilik salah satu BC (Business Center) SP di Semarang. Karena salah satu tugas presentasi proposal bisnis, ceritanya si dosen ini terkesan dengan bisnis dropship yang saya usung, soalnya awal tahun 2011 bisnis dropship belum sebeken sekarang padahal saya nyomot ide ini dari China hehehe. Si dosen ini nunjuk saya jadi ketua kelompok. Karena excited saya pun langsung membuat blog  milik tim kami dan berusaha bisa melakukan penjualan yang paling banyak. Karena si dosen bakalan ngasih reward ke tim dengan  penjualan terbanyak. Oke, promosi ke orang terdekat dulu, siapa lagi kalau bukan orang tua (maklum mahasiswa itu duitnya mepet banget :D), akhirnya ibu saya pun pengen beli dompet. Terkumpul beberapa produk saya pun menghubungi istri si dosen, dan menanyakan kartu anggota. Maksud saya biar saya bisa ambil langsung di BC SP Surabaya dari pada ke Semarang. Betapa kagetnya saya, ternyata ambil barang harus di BC istri dosen yang di Semarang karena pendaftaran dimodali oleh suami beliau.  Nanti barangnya dititipkan lewat suaminya kalau ngajar ke Surabaya. Lah, padahal pak dosen itu ke Surabaya cuma 1x dalam dua minggu. Terus kalau si pak dosen nggak ngajar lagi gimana? Akhirnya saya pun males melanjutkan padahal itu hampir tutup poin loh orderan saya. Pasti kalau tahu, ibu itu nyesel banget melepas prospek potensial kayak saya. Hehehe..
Dan terbukti saat saya lagi ngerjakan skripsi si pak dosen dikeluarkan oleh kampus karena suatu sebab yang melanggar kode etik pendidikan, nggak usah dibahas disinilah ya, buka aib orang soalnya. Hehehe..

Pic starter kit SP nyusul ya, lupa nyimpen dimana, soalnya udah lama nggak kelihatan. Pokoknya prinsip saya No Pic sama aja HOAX. 

Oke, sampai tahap ini saya gagal gabung MLM, nah selanjutnya MLM H*I. Tertarik gabung gara-gara terima BC BBM frutablend tiap hari dan katanya ampuh buat ngilangin jerawat, maklum lah muka saya ini nggak sehat blas karena berjerawi  sejak SMA, gimana nggak ngiler, kalau tiap hari diteror produk ini. Cari-cari info saya pun gabung di MLM ini secara  sadar dan sukarela tanpa paksaan siapapun. Alasan saya gabung, karena saya butuh banget dengan produknya, seklian daftar jadi member biar dapat diskon, kedua kayaknya bisnis ini masih baru soalnya nama MLM nya agak asing di telinga saya, siapa tahu peluang saya masih besar, karena sepengetahuan saya, siapa yang cepat memulai garis start di MLM maka dialah yang untung. Udah habis 2 botol nggak ada perubahan pada jerawat, tapi yang pasti BAB saya lumayan lancar. Urusan BAB saya itu parah banget, pernah 3-4 hari nggak BAB sama sekali. *)tutupmuka

Beberapa bulan kemudian saat mampir ke salah satu online marketplace, nggak sengaja nemu produk frutablend yang dijual dengan harga member tanpa harus menjadi member. Penjualnya bukan satu tapi ada banyak. Omaigat, kok bisa begitu???. Jadi nyesel gabung dulu, kalau tahu gitu kan saya mending beli dari online marketplace, bahkan ada yang jual lebih rendah dari harga member entah itu aspal atau bukan.

Lumayan lah ya, punya koleksi notebook lagi :D

MLM selanjutnya adalah T*****W*** (singkat TW aja ya..) , pasti pada tahu dong MLM ini, soalnya produknya jadi sponsor utama di salah satu acara TV, She Can. Apa? Nggak tahu produk inisial? Langsung googling aja ya, saya lagi pelit bagikan info tentang MLM ini. Kalau bisa baca postingan ini pasti bisa langsung tanya ke Mr. Google. Saya udah tahu produk TW ini sejak lama, sepupu saya punya produk ini dan puas. Oke, saya yang saat itu masih mahasiswa kere, hanya sekedar takjub dan pengen suatu saat punya produk itu. Waktu berlalu, ternyata salah satu reseller dagangan saya ke rumah bawa barang TW, dia bilang itu pesanan orang. Lihat catalog online TW di web, langsung minat beli toples buat nyimpen cemilan lewat reseller saya. Soalnya kalau kerja sendiri di depan laptop kadanag suka kelaparan dan nggak punya cemilan. Barang TW datang puaslah sama ini produk, bener2 awet nyimpen cemilan dan nggak cepet melempem. Walaupun saat beli di omeli ibu sih, karena bilang “Cuma plastic aja barangnya mahal” hadeh…

Nah, suatu saat ibu saya cerita didatangi oleh mbak-mbak buat ikutan party si TW. Karena salah satu kegiatan rekrut TW adalah ngadain party. Ibu saya mengiyakan aja karena tahu anaknya pemakai produk TW, dan ngerasa jadi ibu yang paling up to date ketika ditanyani tentang produk TW. Akhir kata si mbak itu minta nama+alamat+no telepon rumah buat ngasih undangan. 3 hari berlalu ibu saya ditelepon oleh mbak itu,  buat datang ke party saat itu juga, dengan bergegas ibu saya langsung meluncur ketempat yang disebut, entah apa kegiatannya saya juga nggak tahu. Pulang-pulang ibu saya kayak orang yang di cuci otaknya tiba-tiba jadi TW Lover, gara-gara dikasih produk gratisan sepulang party. Padahal sebelumnya nyebut saya orang yang boros. Dan bilang ke mbak yang ngajak untuk bersedia jadi member.  *)Menghelanafas

Koleksi TW yang dibeli pake uang sendiri

Karena nggak memungkinkan ibu saya menjalankan bisnis ini jadi saya mengambil inisiatif buat jalanin, okelah hepy banget awalnya bisa gabung MLM ini tanpai keluar duit.  Langsung promosi deh, dengan pasang produk TW di PP BBM saya, eh si sepupu yang udah duluan pake produk TW nanya dapat diskon berapa nih. Dengan pedenya saya bilang,
 “Tak diskon 15% mbak buat sodara sendiri”.
“Loh, kok mahal dek? Aku biasa beli TW di si A dapat diskon 30%”
What, nggak salah nih??? Padahal sepupu saya bukan member TW kenapa bisa dapat diskon 30%? Lah saya aja yang member cuma dapat diskon 30% dari harga katalog. Wah, ada yang nggak beres nih pikir saya saat itu. Langsung aja saya googling dan emang benar ternyata banyak banget penjual yang ngasih diskon 20-30%. Langsung deh saya down dengan MLM ini, karena merasa bisnis ini udah nggak sehat lagi. Nggak ada proteksi, yang modal besar bisa seenaknya nyetok barang dan bisa ngasih diskon 30%. Terus mereka yang ngasih diskon besar dari mana untungnya? Ya dari kejar target bulanan karena lumayan besar juga bonus bulanan dari si TW. Dibuat kecewa lagi deh sama MLM hiks..hiks..*Mewek

Putus asa dengan berbagai MLM, akhirnya saya males deh ikutan MLM lagi, habis dikecewakan terus, mana udah semangat buat jalaninnya lagi. Tiba-tiba saya di bbm teman kuliah saya yang sekarang udah jadi mommy buat ikutan MLM lagi. Awalnya saya nolak habis-habisan, ngeles gitu deh kalau saya biasa beli barang mlm itu lewat sepupu. Padahal sepupu saya udah lama gk ikutan MLM itu. Dia bilang modalnya cuma 25ribu bisa jalanin bisnisnya, soalnya kalau normal biaya pendaftarannya kena 50ribu. Apalagi produk MLM ini beda banget sama si SP dan TW yang saya sebutkan tadi, akhirnya saya pun mengiyakan buat daftar MLM ini, buat iseng saja. Siapa tahu suatu saat saya butuh produk ini. Ternyata oh ternyata saya ketagihan jalanin bisnis MLM ini teman-teman. Karena sering dikasih produk gratis dan banyak produk oke yang didiskon, dan alhamduillah dalam 1 bulan pas saya bisa naik level. *)nyanyi sambil jingkrak-jingkrak

Berita hebohnya yang daftar MLM ini khusus bulan Mei cuma bayar Rp. 9900. Murah banget khan!!!
Apa? masih mikir-mikir? please deh mikirnya jangan kelamaan ya teman, mana ada sekarang bisnis cuma modal kurang dari 10ribu?
Males ah bisnis MLM soalnya!!!! Aduh, emang udah berapa kali ikutan MLM sih kok kayaknya benci banget sama MLM. Saya aja yang udah berkali-kali dikecewakan MLM masih semangat ikutan MLM
Saya yang daftar dengan biaya 25ribu bisa kok jalanin bisnis ini. Masa kalian yang bayar cuma Rp. 9900 nggak mau ikutan jalanin bisnisnya?

Oke deh, fitri cantik, saya mau gabung MLM ini lewat kamu, tapi bantu saya jalanin bisnis ini ya. Saya mau usaha keras buat nambah penghasilan sampingan..
Siappppp, saya selalu bersedia bantu teman-teman yang cantik dan ganteng ini. Langsung aja hubungi saya lewat WA di 085648630306 atau invite pin BB di 326BE164

Loh kok lewat jalur pribadi fit? Dari tadi kamu belum nyebutin nama MLM nya. 
Hehehe sengaja nggak nyebutin nama MLM nya, biar kamu semakin penasaran, lagian capek juga loh nulis postingan panjang kayak gini di sela-sela kesibukan pagi. Dan biar kalian semua nggak double kecewanya, saya janji dalam minggu ini akan mengupas bisnis MLM ini secara tajam, setajam silet pada next postingan. Pantengin aja blog ini ya..
Peace, Love, and Kecup Kening